TANGERANG, (PORNUS) -Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius masyarakat. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini paling sering menyerang paru-paru dan menyebar melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Kepala Puskesmas Pakuhaji, drg. Mutmainah, menegaskan bahwa penularan TB dapat terjadi dengan cepat, khususnya di lingkungan dengan ventilasi udara yang kurang baik. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan dini menjadi kunci utama pencegahan.

“TB merupakan penyakit menular yang bisa menyerang siapa saja. Batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun, keringat malam, hingga demam berkepanjangan adalah tanda yang tidak boleh diabaikan. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke puskesmas,” ujar drg. Mutmainah. Rabu , (17/12).

Ia menjelaskan, pemeriksaan TB dapat dilakukan di fasilitas kesehatan melalui pemeriksaan dahak maupun rontgen. Deteksi sejak dini dinilai sangat penting untuk memutus rantai penularan di masyarakat.

Dalam upaya pencegahan, drg. Mutmainah mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan sirkulasi udara di rumah berjalan baik. Selain itu, penerapan etika batuk dan bersin, tidak merokok, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi juga menjadi langkah penting yang harus dibiasakan.

“Imunisasi BCG pada bayi tetap menjadi perlindungan dasar untuk mencegah TB berat. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, drg. Mutmainah menekankan bahwa TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pengobatan dijalani secara disiplin. Pengobatan TB harus dilakukan secara teratur selama enam hingga dua belas bulan sesuai anjuran petugas kesehatan.

“Pasien TB wajib minum obat secara rutin dan tidak boleh putus. Jika pengobatan dihentikan di tengah jalan, penyakit bisa kambuh dan justru menjadi lebih sulit diobati,” tegasnya.

Puskesmas Pakuhaji mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian TB. Dengan deteksi dini, kepatuhan berobat, serta dukungan keluarga dan lingkungan, target Indonesia bebas TB diharapkan dapat tercapai.