TANGERANG, PORNUS — Sudah hampir dua pekan banjir merendam Perumahan Mutiara Tanjakan Mekar, RT 008 RW 003, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Hingga Selasa (20/1/2026), genangan air masih bertahan dan aktivitas warga terganggu, sementara penanganan dari pemerintah desa belum terlihat secara nyata di lapangan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas respons pemerintah di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Di tengah situasi darurat yang berdampak pada keselamatan, kesehatan, dan ekonomi warga, kehadiran aparatur desa dinilai belum terkonfirmasi secara operasional.

Genangan Bertahan, Aktivitas Terganggu 

Air yang menggenangi permukiman warga sejak awal Januari belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Sejumlah rumah masih tergenang, akses jalan lingkungan terhambat, dan warga terpaksa membatasi aktivitas sehari-hari. Kondisi ini diperparah dengan minimnya sarana penanganan seperti pompa air maupun bantuan logistik.

Selain kerugian materiil, warga mulai mengkhawatirkan dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia yang rentan terhadap penyakit akibat air kotor yang menggenang terlalu lama.

Warga Sudah Melapor

Sejumlah warga menyatakan telah menyampaikan laporan kepada pihak Pemerintah Desa Tanjakan Mekar sejak banjir mulai terjadi. Namun hingga kini, mereka mengaku belum melihat adanya peninjauan langsung maupun langkah penanganan konkret.

“Air sudah hampir dua minggu tidak surut. Kami sudah menyampaikan laporan, tetapi sampai sekarang belum ada pejabat desa yang datang melihat kondisi kami,” ujar Ari, warga terdampak, saat ditemui di lokasi.

Hal senada disampaikan Ade Komarudin, warga lainnya. Ia menilai belum terlihat koordinasi dari pengurus lingkungan setempat.