Tangerang , PORNUS— Suasana meriah menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang yang digelar di Kecamatan Pagedangan. Di antara deretan kafilah dari berbagai kecamatan, defile Kecamatan Legok tampil mencuri perhatian publik.
Dipimpin langsung oleh Camat Legok H. M. Yusuf Fachroji, barisan kafilah Legok melangkah mantap memasuki arena pembukaan. Kehadiran camat di barisan terdepan bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pesan dukungan moral kepada para peserta yang akan berlaga membawa nama daerahnya.
Dengan busana yang serasi dan langkah yang tertata, kontingen Kecamatan Legok tampil religius dan penuh semangat. Ribuan warga yang memadati lokasi pembukaan menyaksikan iring-iringan kafilah dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tangerang, dan defile Legok menjadi salah satu yang paling menyita perhatian.
Pada MTQ ke-56 ini, Kecamatan Legok menurunkan 48 kafilah terbaik yang akan berlaga di 14 cabang perlombaan. Seluruh peserta telah melalui proses pembinaan dan persiapan sebagai bagian dari komitmen pemerintah kecamatan dalam pengembangan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar partisipasi formal. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Tangerang. Dengan memimpin langsung barisan kafilah, saya ingin para peserta merasa didukung sepenuhnya oleh seluruh masyarakat Legok,” ujar H. M. Yusuf Fachroji di sela-sela pembukaan MTQ.
Menurutnya, MTQ bukan hanya ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai Al-Qur’an yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda.
Pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang di Kecamatan Pagedangan dijadwalkan berlangsung hingga 13 Januari 2026. Selama pelaksanaan, berbagai cabang perlombaan akan dipertandingkan dengan melibatkan kafilah dari seluruh kecamatan.
Kehadiran Kecamatan Legok dalam ajang ini diharapkan tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan serta kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.




