JAKARTA, (PORNUS)– Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menghadiri peringatan Tahun Baru Imlek 2026 di Vihara Avalokitesvara, Minggu (15/2/2026). Kehadiran pria yang akrab disapa Cak Imin ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen partai dalam merawat kebhinekaan di Indonesia.

Didampingi jajaran pengurus PKB, Cak Imin disambut hangat oleh para tokoh lintas agama serta umat yang merayakan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Bhiksu Dutavira Mahastavira atas kesempatan yang diberikan untuk menyelenggarakan perayaan bersama di vihara tersebut.

"Saya dan keluarga besar PKB mengucapkan selamat Imlek 2026, Gong Xi Fa Cai. Semoga kebahagiaan dan kesejahteraan senantiasa menyertai kita semua bersama keluarga," ujar Cak Imin.

Memasuki Tahun Kuda Api, Cak Imin memaknainya sebagai simbol keberanian dan ketangguhan. Namun, ia menekankan bahwa sifat tersebut harus dibarengi dengan integritas moral dan kepedulian sosial. Menurutnya, keberanian sejati adalah keberanian yang diiringi semangat untuk membela kelompok yang paling lemah.

Momen Imlek tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Cak Imin menilai fenomena tersebut sebagai simbol keberkahan bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Ia berharap kebersamaan ini menjadi bukti nyata toleransi yang harus terus didukung oleh semua pihak.

"Kebersamaan semua agama dalam merayakan hari besarnya masing-masing harus didukung penuh oleh aparat keamanan, seluruh elemen masyarakat, dan tentu pemerintah harus memfasilitasi," tambahnya.

Terkait aspek teknis, Cak Imin memastikan pemerintah akan memberikan jaminan keamanan dan kelancaran bagi seluruh rangkaian perayaan Imlek di berbagai daerah, sebagaimana komitmen pada tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Bhiksu Dutavira Mahastavira atau Suhu Benny, mengapresiasi konsistensi PKB dalam menjunjung nilai-nilai toleransi. Ia berharap perjuangan PKB dalam merawat keberagaman dapat terus memberikan dampak positif bagi masa depan bangsa.

Perayaan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta meneguhkan kembali komitmen kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.