TANGERANG, PORNUS– Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Banten resmi merampungkan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang. Pelaksanaan forum permusyawaratan tingkat kecamatan tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu sesuai target konsolidasi organisasi.

Wakil Ketua PW GP Ansor Banten, H. Muhamad Yusuf, mengonfirmasi bahwa seluruh kecamatan telah menyelesaikan agenda tersebut sebelum tenggat waktu yang ditetapkan, yakni 15 Februari 2026. Ia menyebut Kecamatan Paku Haji menjadi wilayah terakhir yang melaksanakan Konferancab dalam rangkaian agenda yang berlangsung secara maraton.

"Alhamdulillah, seluruh 29 kecamatan sudah melaksanakan Konferancab. Pelaksanaannya dilakukan secara maraton, bahkan beberapa di antaranya selesai hingga malam hari. Berdasarkan laporan, tidak ada satu pun kecamatan yang tertunda," ujar Yusuf pada Minggu (15/2).

Yusuf menegaskan bahwa tuntasnya Konferancab ini merupakan bagian penting dari penguatan struktur organisasi. Selain sebagai ajang regenerasi kepemimpinan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperteguh ideologi Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan kader.

Sebagai badan otonom kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor berkomitmen menjaga amaliah Aswaja dengan prinsip moderasi (tawasuth), toleransi (tasamuh), dan keadilan (i’tidal). Yusuf menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan yang jelas agar kader tidak terpengaruh oleh paham-paham yang menyimpang.

"Dalam fikih, kita mengikuti imam mazhab seperti Imam Syafi'i yang sanad keilmuannya tersambung hingga Rasulullah. Begitu juga dalam ilmu Al-Qur’an melalui para imam qira’ah yang mutawatir. Hal-hal mendasar seperti inilah yang harus terus kita jaga," tegasnya.

Selain penguatan ideologi, Yusuf juga mendorong kader Ansor untuk menjadi pemuda yang solutif dan inklusif. Ia mengingatkan agar gerakan pemuda tidak terjebak dalam sikap saling menyalahkan, melainkan harus fokus membangun kebersamaan dan mencari solusi atas persoalan di masyarakat.

Lebih lanjut, PW GP Ansor Banten kini tengah memprioritaskan kemandirian ekonomi organisasi. Yusuf mendorong setiap tingkatan pengurus untuk mulai mengembangkan badan usaha mandiri sebagai penopang keberlanjutan gerakan.

"Ansor harus menjadi penggerak pemuda yang moderat dan mencari solusi. Selain itu, kemandirian ekonomi sangat penting. Kita perlu membangun badan usaha agar organisasi semakin kuat dan mandiri secara finansial," pungkasnya.