TANGERANG, (PORNUS) — Puskesmas Kedaung Barat memegang peran utama dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar dua kali setahun pada Agustus dan November, sebagai upaya memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah di wilayah kerjanya.
Penanggung Jawab (PJ) Program Imunisasi Puskesmas Kedaung Barat, Bidan Desi, mengatakan BIAS merupakan program imunisasi lanjutan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan puskesmas menjadi ujung tombak pelaksanaannya di lapangan.
“Puskesmas Kedaung Barat berperan langsung mulai dari pendataan sasaran, koordinasi dengan sekolah, hingga pelaksanaan imunisasi kepada siswa. Melalui BIAS, kami memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lanjutan secara lengkap dan sesuai jadwal,” kata Bidan Desi. Rabu , (10/12).
Ia menjelaskan, pada BIAS bulan Agustus, imunisasi MR diberikan kepada siswa kelas 1, sementara vaksin HPV diberikan kepada siswa kelas 5 dan kelas 9. Selanjutnya pada bulan November, imunisasi DT diberikan kepada kelas 1, vaksin Td kepada kelas 2, serta vaksin Td kepada kelas 5.
Menurut dia, setiap jenis vaksin memiliki manfaat penting dalam melindungi anak dari penyakit berbahaya. Vaksin MR berfungsi mencegah campak dan rubella, vaksin HPV memberikan perlindungan dini terhadap kanker serviks di kemudian hari, sementara vaksin DT dan Td melindungi dari difteri dan tetanus.
“Imunisasi sangat penting untuk mencegah anak terserang penyakit menular. Anak yang tidak diimunisasi lebih rentan sakit dan berisiko mengalami komplikasi serius, sehingga dapat mengganggu tumbuh kembangnya,” ujar Bidan Desi.
Dalam pelaksanaan BIAS, Puskesmas Kedaung Barat juga melakukan edukasi kepada orang tua dan pihak sekolah mengenai pentingnya imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah.
“Kami mengajak orang tua untuk mendukung program BIAS dengan memastikan anak mengikuti imunisasi sesuai jadwal. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi masa depan anak-anak,” kata Bidan Desi.
Melalui peran aktif Puskesmas Kedaung Barat, diharapkan cakupan imunisasi anak sekolah terus meningkat serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman.




