TANGERANG, (PORNUS) – Dalam upaya meningkatkan keterampilan penanganan kegawatdaruratan neonatal, Puskesmas Pakuhaji berkolaborasi dengan Tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Rumah Sakit Unimedika Sepatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan terstandar bagi bayi baru lahir yang mengalami kegawatdaruratan.
Pelatihan ini dilaksanakan secara terpadu, dengan fokus pada penguasaan prosedur penanganan awal serta penguatan koordinasi rujukan antar fasilitas kesehatan. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap tenaga kesehatan siap menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
Kepala Puskesmas Pakuhaji, drg. Mutmainah, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menekan risiko komplikasi neonatal.
"Penanganan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir membutuhkan kecepatan, ketepatan, serta kerja tim yang solid. Melalui kegiatan ini, kami memastikan tenaga kesehatan memiliki kesiapan dan kompetensi sesuai standar," kata drg. Mutmainah, kepada wartawan. Jumat (12 Desember 2025).
Lebih lanjut, drg. Mutmainah juga menyoroti bahwa kolaborasi dengan Rumah Sakit Unimedika Sepatan merupakan bagian penting dalam memperkuat sistem rujukan dan kesinambungan pelayanan maternal dan neonatal. Sinergi antar fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di wilayah Pakuhaji dan sekitarnya.
Dengan penguatan kapasitas dan kolaborasi yang berkelanjutan, Puskesmas Pakuhaji optimis bahwa kualitas pelayanan kegawatdaruratan neonatal akan semakin optimal, demi menjamin keselamatan bayi sejak awal kehidupan.




