TANGERANG,(PORNUS)- Di tengah hiruk pikuk rumah sakit, di antara lalu lalang pasien dan petugas medis, ada seorang pahlawan tanpa jubah yang menjalankan misi kemanusiaan. Dialah M. Sommaji, seorang petugas keamanan RSUD Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Bukan hanya menjaga pintu gerbang, ia juga mengantarkan harapan dalam setiap butir obat yang diantarkannya ke rumah-rumah pasien di pelosok desa.
Setiap pekan, Sommaji menjelajah wilayah Kabupaten Tangerang, menyusuri jalanan berdebu dan gang-gang sempit, demi memastikan pasien mendapatkan obat tepat waktu. Tugas ini bukan sekadar perintah atasan, melainkan panggilan jiwa untuk membantu sesama.
"Pengantaran obat ini bertujuan membantu pasien agar tetap mendapatkan terapi secara tepat waktu tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi," kata Sommaji saat ditemui , Rabu (10/12).
Layanan ini adalah wujud nyata komitmen RSUD Pakuhaji dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Bukan hanya fasilitas mewah, tetapi juga kemudahan dan perhatian yang menyentuh hati.
Sommaji menyadari betul bahwa keberhasilan pengobatan tidak hanya ditentukan oleh pemeriksaan medis, tetapi juga kemudahan akses pasien terhadap obat yang diresepkan. Ia menjadi jembatan antara rumah sakit dan pasien, memastikan tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk tidak patuh minum obat.
"Kami mengantar obat seminggu sekali ke rumah-rumah pasien sesuai instruksi pimpinan. Dengan cara ini pasien tidak terhambat biaya maupun jarak, sehingga kesinambungan pengobatan bisa terjaga," ujarnya.
Meski disibukkan dengan tugas tambahan, Sommaji tetap profesional dalam menjalankan tugas utamanya sebagai petugas keamanan. Ia memastikan lingkungan RSUD Pakuhaji tetap aman dan nyaman bagi semua orang.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat juga membangun kesadaran pasien dan keluarga akan pentingnya kepatuhan minum obat serta kunjungan kontrol yang teratur. Ia bukan hanya mengantarkan obat, tetapi juga memberikan edukasi dan motivasi.
"Kami menjalankan tugas ini dengan tulus, sekaligus mengedukasi pasien agar pengobatan dapat berjalan sesuai anjuran tenaga kesehatan," katanya.




