Portalnusantara.id | Lebak – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Kantor DPC PKB Kabupaten Lebak saat para Perempuan Bangsa berkumpul dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Kegiatan ini tak sekadar menjadi forum penyampaian nilai-nilai kebangsaan, tetapi menjelma ruang refleksi tentang peran strategis perempuan dalam menjaga keutuhan Indonesia.

Anggota DPR RI Dapil Banten I, Ahmad Fauzi, hadir langsung menyapa para peserta yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu, istri, dan calon ibu bangsa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya konsep kenegaraan, melainkan nilai hidup yang tumbuh dan dijaga pertama kali di dalam keluarga.

“Jika bangsa ini adalah rumah, maka perempuanlah tiangnya. Jika negara ini adalah perahu, maka doa perempuanlah yang menahannya dari karam,” ujar Ahmad Fauzi dengan nada lirih namun penuh makna.

Ungkapan tersebut menciptakan suasana syahdu. Sejumlah peserta tampak terharu, menyadari bahwa perjuangan perempuan sering kali berlangsung dalam senyap, melalui doa, pengorbanan, dan pendidikan nilai kepada anak-anak.

Ahmad Fauzi menegaskan bahwa bela negara bagi perempuan tidak identik dengan senjata atau medan perang. Bela negara, menurutnya, terwujud dalam menjaga akhlak, menanamkan nilai kebangsaan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan, serta mendidik generasi agar mencintai Indonesia dengan iman dan kasih sayang.

“Perempuan adalah madrasah pertama. Dari lisan ibu, anak belajar mencintai tanah air. Dari pelukan ibu, lahir generasi penjaga NKRI,” tegasnya.

Ia juga mengaitkan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan dengan peran perempuan dalam perspektif keislaman. Menurutnya, sejarah bangsa menunjukkan bahwa di balik tokoh-tokoh besar selalu ada perempuan tangguh yang berjuang dalam diam, mendoakan dalam sepi, dan menguatkan dalam kesabaran.

“Indonesia berdiri bukan hanya karena keberanian laki-laki di medan perang, tetapi juga karena keikhlasan perempuan yang merelakan, mendoakan, dan menguatkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Fauzi mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa kerap masuk melalui ruang-ruang paling lembut, yakni keluarga dan anak-anak. Oleh sebab itu, perempuan memiliki posisi strategis sebagai benteng ideologi Pancasila dan penjaga persatuan bangsa di lingkungan rumah tangga.