Kota Tangerang , PORNUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengunggah informasi penanganan peristiwa seorang pemuda yang mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis golok di Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Minggu dini hari (18/1).
Dalam unggahan pada akun resmi BPBD Kota Tangerang, disebutkan bahwa petugas gabungan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Ciledug BPBD Kota Tangerang bersama Polsek Ciledug diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga yang merasa terancam keselamatannya.
Pemuda berinisial RF (21) tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan yang dipicu permasalahan pribadi. Dalam kondisi emosi tidak terkendali, yang bersangkutan mengamuk dan melukai sejumlah anggota keluarga serta warga di sekitarnya.
“Informasi dari pihak keluarga, korban luka dalam peristiwa tersebut di antaranya orang tua, paman, dan beberapa kerabat pelaku,” ujar Barasetio, petugas UPT Damkar Ciledug BPBD Kota Tangerang, sebagaimana dikutip dalam unggahan tersebut.
BPBD Kota Tangerang menjelaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara bertahap dan mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas terlebih dahulu berupaya berkomunikasi dengan pelaku secara humanis agar menenangkan diri dan meletakkan senjata tajam yang dibawanya.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil lantaran kondisi psikis pelaku yang tidak stabil dan masih menunjukkan perilaku agresif. Demi menjamin keselamatan petugas dan warga, petugas akhirnya mengambil tindakan terukur dengan menggunakan batang bambu untuk menjatuhkan senjata tajam dari tangan pelaku.
“Kami terpaksa melakukan tindakan tersebut karena pelaku membawa senjata tajam dan menyerang secara membabi buta. Proses penanganan memakan waktu hampir satu jam,” kata Barasetio.
Setelah berhasil dilumpuhkan, petugas mengamankan pelaku dengan mengikat tangan dan kaki sebagai langkah antisipasi agar tidak kembali melakukan tindakan berbahaya. Selanjutnya, pelaku diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lanjutan.
BPBD dalam unggahannya juga menyampaikan bahwa RF kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke rumah sakit jiwa guna mendapatkan perawatan medis sesuai dengan kondisi kejiwaan yang dialaminya.





