Portannusantara.id Banten - Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) menggelar aksi demonstrasi di Kabupaten Lebak dengan menyoroti dugaan praktik monopoli dalam proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, pada Selasa (30/12/2025).
Dugaan praktik tersebut dinilai berdampak langsung pada buruknya kualitas pekerjaan infrastruktur yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2025.
Koordinator Aksi GAMMA, Abdul Hasyim, menegaskan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya pengkondisian paket-paket proyek yang diduga dikuasai oleh kelompok tertentu dan mengarah pada lingkaran elit kekuasaan daerah.
Menurutnya, Hal itu tercermin dari minimnya persaingan usaha yang sehat dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), baik melalui mekanisme tender maupun e-purchasing, yang patut diduga telah diarahkan sejak awal.
“Ini bukan lagi soal lemahnya pengawasan atau kesalahan teknis semata. Kami menduga kuat telah terjadi praktik kongkalikong yang sistematis dan terstruktur. Akibatnya, kualitas pekerjaan infrastruktur PUPR Lebak menjadi sangat buruk, cepat rusak, dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,” tegas Hasyim dalam orasinya.
GAMMA menyebutkan, hasil temuan lapangan menunjukkan sejumlah proyek infrastruktur yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan, volume pekerjaan diduga tidak sesuai kontrak, serta mutu material yang patut dipertanyakan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah, sehingga tidak dapat dipandang sebagai kelalaian administratif belaka, melainkan mengarah pada dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Dalam rilis sikapnya, GAMMA menilai dugaan tersebut berpotensi melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan, antara lain:
-UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi




