TANGERANG,(PORNUS) - Konferensi Anak Cabang (Konferancab) III PAC IPNU IPPNU Kecamatan Curug berlangsung sukses pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Pondok Pesantren Miftahul Khaer 1, Sukabakti, Curug, Kabupaten Tangerang. Acara ini menjadi titik penting dalam proses regenerasi dan evaluasi organisasi, serta memperkuat struktur dan solidaritas antar kader.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Tangerang, MWC NU Kecamatan Curug, badan otonom NU se-Kecamatan Curug, serta seluruh pengurus PAC IPNU IPPNU Curug. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan pentingnya Konferancab sebagai forum strategis dalam menjaga kesinambungan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, Ketua PAC IPNU Curug, Aditya Nugraha, menekankan bahwa Konferancab merupakan forum musyawarah tertinggi yang mencerminkan kepedulian kader terhadap organisasi.

"Ini momentum evaluasi perjalanan organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan penguatan struktur agar IPNU dan IPPNU ke depan berjalan lebih solid. Estafet kepemimpinan harus terus dijaga agar roda organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya," kata Adit.

Ketua PC IPNU Kabupaten Tangerang, Muhammad Daffa Aulia, menambahkan bahwa konferancab juga harus dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk merancang masa depan IPNU dan IPPNU Curug.

 "Pernyataan ini menekankan pentingnya peran aktif seluruh kader dalam merancang langkah organisasi yang lebih progresif dan relevan," tegas Daffa.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sidang pleno konferensi. Dalam agenda laporan pertanggungjawaban, kepengurusan PAC IPNU IPPNU Curug Masa Khidmat 2022–2024 secara resmi memaparkan kinerja mereka.

 Laporan IPNU dibacakan oleh Ketua Aditya Nugraha, sementara laporan IPPNU disampaikan oleh Sekretaris PAC IPPNU Curug, Nurahma Al Fadilah. Setelah laporan diterima forum, kepengurusan dinyatakan demisioner.

Dalam sidang pleno pemilihan, forum menetapkan Azis Amarullah sebagai Ketua PAC IPNU Curug dan Zaskia Zalfadhia Maliha sebagai Ketua PAC IPPNU Curug Masa Khidmat 2025–2027, melalui mekanisme aklamasi.