TANGERANG , PORNUS – Warga Perumahan Mutiara Tanjakan Mekar mendesak realisasi konkret atas komitmen penanganan banjir yang kerap melanda kawasan hunian mereka. Hal ini ditegaskan oleh perwakilan warga, Muhtar, usai mengikuti musyawarah di Aula Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Senin (23/2/2026).
Musyawarah yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Rajeg tersebut digelar menyusul keluhan warga terkait banjir berulang yang diduga dipicu oleh tersumbatnya saluran air dan irigasi. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah Kecamatan, desa, aparat TNI-Polri, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU), UPT 4 Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, pihak pengembang, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, pihak pengembang menjanjikan pembangunan tembok penahan dan pembuatan tandon air sebagai solusi pengendalian limpasan air. Namun, Muhtar menyatakan bahwa warga masih menunggu kepastian waktu pelaksanaan rencana tersebut.
"Pihak developer berjanji akan membangun tembok dan tandon, tetapi pelaksanaannya masih menunggu survei teknis. Saat ini, warga hanya bisa menunggu realisasinya," ujar Muhtar melalui keterangannya. Senin (23/2).
Selain komitmen pengembang, Dinas PU juga merencanakan normalisasi saluran irigasi untuk memperlancar aliran pembuangan air. Warga berharap rencana ini segera dieksekusi, mengingat frekuensi banjir yang cukup tinggi dalam dua bulan terakhir.
Selama ini, warga terpaksa melakukan penanganan darurat secara mandiri dengan menyedot genangan menggunakan pompa diesel. Muhtar mengungkapkan bahwa warga telah mengeluarkan biaya swadaya untuk bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta dalam dua bulan terakhir.
"Kami sudah menghabiskan biaya jutaan rupiah hanya untuk BBM pompa. Air disedot sampai surut, namun jika hujan turun semalam saja, lokasi kembali banjir," keluhnya.
Ia juga menyayangkan sikap pengembang yang dinilai kurang responsif dan belum memberikan kompensasi maupun bantuan operasional saat bencana terjadi.
Dalam musyawarah tersebut terungkap bahwa status Perumahan Mutiara Tanjakan Mekar saat ini masih dalam proses dan belum diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kondisi ini menjadi salah satu faktor administratif dalam penataan infrastruktur di wilayah tersebut.



