TANGERANG, PORNUS – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman berbagai penyakit seiring memasuki musim pancaroba. Perubahan cuaca ekstrem dalam waktu singkat dinilai dapat menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan.

Kepala Puskesmas Sukadiri, dr. Dicky Soegiarto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit musiman. Beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), flu, demam, diare, hingga Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Karena itu, masyarakat perlu menjaga imunitas dan kebersihan lingkungan secara ekstra,” ujar dr. Dicky pada Senin (23/2/2026).

Sebagai langkah preventif, dr. Dicky menyarankan masyarakat untuk konsisten menjaga pola makan dengan gizi seimbang, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, serta memastikan asupan cairan harian tercukupi. Selain nutrisi, kualitas istirahat juga memegang peranan penting dalam menjaga kebugaran tubuh.

“Masyarakat diminta untuk menjaga kualitas istirahat minimal 7 hingga 8 jam per malam agar daya tahan tubuh tetap optimal dalam menghadapi perubahan cuaca,” tambahnya.

Selain faktor internal, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi kunci. Masyarakat diharapkan rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir serta menggunakan masker saat sedang batuk atau pilek untuk mencegah penularan penyakit di ruang publik.

Terkait potensi peningkatan kasus DBD, dr. Dicky mengajak warga untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Kami juga mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi lebih dari dua hari atau gejala klinis lainnya yang mengkhawatirkan,” tegas dr. Dicky.

Saat ini, Puskesmas Sukadiri terus menggencarkan edukasi melalui kegiatan promotif dan preventif di wilayah kerja mereka. Upaya ini dilakukan guna menekan angka kasus penyakit musiman dan memastikan masyarakat tetap produktif meski di tengah cuaca yang tidak menentu.