TANGERANG, PORNUS Puskesmas Sukadiri memperkuat upaya kesehatan masyarakat melalui berbagai program promotif dan preventif sepanjang Februari 2026. Inisiatif ini mencakup skrining kesehatan mental bagi pelajar, pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah, hingga optimalisasi layanan Puskesmas Keliling (Pusling) di sejumlah desa.

Kepala Puskesmas Sukadiri, dr. Dicky Soegiarto, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pihaknya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi kunci efektivitas pelayanan kesehatan saat ini.

“Fokus kami bukan hanya pada pelayanan kuratif di dalam gedung, tetapi juga upaya promotif dan preventif. Kami turun langsung ke sekolah dan masyarakat untuk melakukan deteksi dini serta memberikan edukasi kesehatan,” ujar dr. Dicky, Sabtu (21/2/2026).

Salah satu program yang menjadi prioritas pada bulan ini adalah skrining kesehatan mental bagi remaja. dr. Dicky menekankan bahwa kesehatan jiwa bagi pelajar merupakan isu krusial yang memerlukan perhatian serius dan penanganan sejak dini.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Melalui skrining ini, kami dapat mendeteksi lebih awal potensi gangguan kejiwaan pada remaja dan memberikan pendampingan yang diperlukan,” imbuhnya.

Selain menyasar sektor pendidikan, Puskesmas Sukadiri juga menggencarkan layanan Puskesmas Keliling (Pusling). Program ini bertujuan untuk menjangkau warga yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan formal. dr. Dicky berharap, kehadiran Pusling dapat memastikan distribusi pelayanan kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bertepatan dengan momentum Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 28 Februari, puskesmas juga memberikan edukasi intensif mengenai pentingnya gizi seimbang kepada para siswa. Langkah ini diambil untuk membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya nutrisi dalam menunjang tumbuh kembang.

Sebagai penutup, dr. Dicky mengimbau masyarakat untuk terus konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan di fasilitas yang telah tersedia.

“Kami mengajak masyarakat untuk rutin mengontrol kesehatan, menjaga pola makan, dan menerapkan gaya hidup bersih. Bagaimanapun, pencegahan selalu jauh lebih baik daripada pengobatan,” pungkasnya.