TANGERANG, (PORNUS )— Tragedi nyaris merenggut nyawa terjadi di tengah aktivitas warga Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa sore (9/12/2025). Seorang pekerja galian kabel PLN berinisial C terkubur hidup-hidup akibat longsornya dinding tanah galian di Jalan Raya PLP–Curug, tepat di depan Pasar Curug. Insiden ini menjadi alarm keras akan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pekerjaan infrastruktur berisiko tinggi.

Informasi kejadian tersebut dilansir dari akun Instagram resmi BPBD Kabupaten Tangerang. Dalam unggahan yang disampaikan BPBD, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat korban tengah melakukan penggalian untuk pemasangan kabel PLN.

Tanpa peringatan berarti, dinding galian tanah tiba-tiba runtuh dan menimbun tubuh korban dari bagian kaki hingga dada. Dalam kondisi terjepit dan minim ruang bernapas, korban hanya bisa berharap pada pertolongan rekan-rekannya di lokasi kejadian.

Rekan kerja korban mencoba melakukan upaya penyelamatan awal dengan peralatan seadanya sambil meminta bantuan. Respons spontan tersebut patut diapresiasi, namun sekaligus menimbulkan pertanyaan mendasar: di mana sistem pengamanan kerja sebelum aktivitas penggalian dilakukan?

Unggahan BPBD Kabupaten Tangerang juga menyebutkan, laporan longsor diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, yang kemudian mengerahkan tim Damkar BPBD ke lokasi kejadian. Proses evakuasi berjalan penuh kehati-hatian untuk menghindari longsor susulan yang berpotensi membahayakan korban maupun petugas.

“Korban sedang menggali tanah untuk pemasangan kabel PLN di depan Pasar Curug. Saat proses penggalian berlangsung, dinding galian mengalami longsor dan menimpa korban yang berada di dalam lubang,” tulis BPBD Kabupaten Tangerang melalui akun Instagram resminya.

Setelah melalui proses evakuasi yang menegangkan, korban akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. BPBD Kabupaten Tangerang dalam unggahannya juga menjelaskan bahwa korban mengalami luka memar di bagian kaki dan langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Meski tidak menelan korban jiwa, peristiwa ini menyisakan catatan serius. Penggalian tanah di kawasan publik dengan aktivitas padat seharusnya dilengkapi sistem penahan tanah, pengawasan teknis ketat, serta penerapan standar K3 sesuai regulasi. Tanpa itu, pekerja menjadi pihak paling rentan menanggung risiko.

Insiden di Curug seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh, baik bagi pelaksana proyek maupun pihak terkait. Keselamatan kerja tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Hari ini korban selamat, namun tanpa pembenahan serius, kecelakaan serupa bisa kembali terjadi—dan belum tentu berakhir dengan hasil yang sama.