Lebak , PORNUS— Ratusan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) mendatangi Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rangkasbitung pada Senin, 22 Desember 2025, untuk memperbarui buku rekening PIP yang sudah tidak aktif. Namun, harapan mereka untuk segera mencairkan bantuan pendidikan justru berujung pada kekecewaan.
Alih-alih mendapatkan solusi, para penerima bantuan harus menghadapi proses pembuatan buku rekening baru yang dinilai sangat lamban. Kondisi ini membuat pencairan dana PIP yang seharusnya menjadi penopang biaya pendidikan anak-anak mereka kembali tertunda.
Pantauan di lokasi menunjukkan raut wajah kesal dan kecewa terpancar dari para penerima PIP yang telah menunggu lama. Menurut sejumlah sumber, hampir seluruh peserta mengeluhkan pelayanan BRI Cabang Rangkasbitung yang dinilai tidak maksimal.
“Untuk mengurus ATM PIP saja harus menunggu beberapa bulan ke depan, kalau tidak salah sampai 23 April 2026,” ujar salah seorang peserta dengan nada kesal.
Sumber tersebut menuturkan, seluruh persyaratan administrasi sebenarnya telah dipenuhi dan diserahkan kepada petugas bank. Namun, pihak BRI menyatakan belum dapat menerbitkan buku rekening PIP karena stok buku rekening kosong dan baru akan dicetak pada April 2026, bersamaan dengan jadwal pencairan dana.
Kekecewaan serupa juga dirasakan Y, seorang wali murid penerima PIP asal Kecamatan Sajira. Ia mengaku telah melengkapi seluruh dokumen yang diminta, mulai dari fotokopi Kartu Keluarga, KTP, buku rekening lama, rapor, surat keterangan sekolah, hingga surat keterangan wali dari desa.
“Dari mulai fotokopi KK, KTP, buku rekening lama, rapor, surat keterangan dari pihak sekolah, sampai surat keterangan wali dari desa, semuanya sudah diserahkan ke petugas,” kata Y dengan nada frustrasi.
Namun, meski seluruh persyaratan telah lengkap, pihak bank menyampaikan bahwa proses penerbitan buku rekening baru baru bisa direalisasikan pada 23 April 2026. Akibatnya, Y dan ratusan warga lainnya terpaksa pulang tanpa kepastian pencairan dana dalam waktu dekat.
“Akhirnya saya bersama ratusan pendaftar PIP harus pulang dengan wajah muram penuh kekecewaan,” pungkasnya.




