Portalnusantara.id Jakarta - Setiap 19 Desember, Indonesia memperingati Hari Bela Negara sebagai momentum mengenang peran Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dalam menghadapi Agresi Militer II Belanda. Tahun ini, peringatan Hari Bela Negara ke-77 digelar pada Jumat, 19 Desember 2025, melalui rangkaian upacara di Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Upacara berlangsung khidmat dan meriah meski diguyur hujan.
Salah satu peserta upacara adalah Ario Seno, pengamat pertahanan dan alumni Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI). Kehadirannya bukan atas nama pribadi, melainkan mewakili organisasi Pemuda Pemudi Bela Negara (PPBN).
Ario mengaku tidak akan bisa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut tanpa bergabung dalam PPBN. Ia menceritakan awal keterlibatannya dengan organisasi bela negara itu bermula sejak mengikuti pendidikan di UNHAN RI. Saat mendaftar sebagai mahasiswa pada 2020, Ario diwajibkan mengikuti Diklat Bela Negara selama dua pekan di Pusdik Bela Negara, Rumpin, Bogor. Usai pelatihan, para pelatih menyarankan agar peserta bergabung dengan organisasi bela negara. Namun saat itu, ia belum mengetahui organisasi yang dapat diikuti.
“Setelah lulus dari UNHAN RI pada 2022, saya baru mengenal PPBN. Itu pun belum tahu cara mendaftar, sekretariatnya di mana, atau siapa yang bisa dihubungi. Baru pada 2025, tepatnya bulan lalu, saya dihubungi langsung oleh Mbak Ary Lestari selaku Ketua Umum PPBN melalui WhatsApp. Beliau juga alumni UNHAN RI dan mengajak saya bergabung. Tentu saya menerima ajakan tersebut,” ujarnya.
Pengalaman paling berkesan bagi Ario dalam peringatan Hari Bela Negara tahun ini adalah kesempatan bertemu langsung dan berfoto bersama Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin.
“Setelah upacara dan ramah tamah selesai, sekitar pukul 10.00 WIB Pak Menhan datang ke lokasi. Saya dan teman-teman menghampiri beliau, memperkenalkan diri serta organisasi. Beliau sangat respek. Ketum PPBN memang membangun organisasi ini dengan menekankan sisi intelektualitas. Saya dan beberapa rekan direkrut karena latar belakang alumni UNHAN RI, sementara yang lain karena keahlian khusus yang dimiliki,” jelasnya.
Meski baru satu bulan bergabung, Ario mengaku telah memperoleh banyak pelajaran berharga dari Ketua Umum PPBN, terutama terkait pemaknaan bela negara.
“Core value yang paling menonjol adalah bagaimana sikap bela negara bisa dijalankan secara stylish dan elegan, tidak kaku dan tidak semata-mata militeristik, tetapi tetap menjunjung tinggi disiplin dan jiwa korsa. Selain itu, Ketum juga memberi contoh bagaimana tetap aktif menjalankan profesi tanpa melupakan tanggung jawab terhadap organisasi,” katanya.
Pada momentum yang bertepatan dengan ulang tahun ke-5 PPBN tersebut, Ario menyampaikan harapannya agar PPBN semakin berperan aktif dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara melalui jalur intelektual.




