Portalnusantara.id Lebak – Kondisi jalan poros Desa Jayamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga sehari-hari itu mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Akibat tak kunjung adanya perbaikan, warga Desa Jayamanik yang dipimpin sejumlah tokoh masyarakat seperti H. Ma’ip, Yayan, Ustad Encep, serta tokoh utama H. Pendi, terpaksa turun tangan secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan yang berlubang, becek, dan rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
Jalan poros tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Kampung Kareo dengan Kampung Cimaja, sekaligus menjadi akses utama bagi petani, pelajar, dan warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku kecewa dan geram terhadap sikap pemerintah yang dinilai abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Janji demi janji hanya jadi wacana. Kalau bukan kami yang bergerak, entah sampai kapan jalan ini dibiarkan rusak,” ujar salah satu warga di lokasi gotong royong.
Kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan keselamatan pengguna jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terjebak lumpur atau mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Di tempat terpisah, Bambang, selaku aktivis sekaligus warga setempat, menyayangkan kondisi jalan poros tersebut.
“Jujur saya sangat menyayangkan kondisi jalan seperti ini. Ke mana saja pemerintah terkait, dan untuk apa anggaran yang digelontorkan selama ini? Kasihan warga, setiap beraktivitas harus berperang dengan jalan rusak, bebatuan, lumpur, dan genangan air saat hujan. Saya berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026) pukul 12.00 WIB.
Masyarakat berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Lebak segera turun tangan dengan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam. Warga juga meminta agar anggaran infrastruktur direalisasikan secara transparan dan tepat sasaran.




