Merak, (PORNUS) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di wilayah pesisir Provinsi Banten yang diperkirakan berlangsung pada 18 hingga 20 Desember 2025.

Peringatan dini tersebut dilansir dari akun resmi Instagram Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, @bmkgkotaserang, pada Rabu, 17 Desember 2025, yang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang di wilayah pesisir Banten dalam beberapa hari ke depan.

BMKG menyebutkan bahwa kondisi angin kencang berpotensi menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut serta menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, nelayan tradisional, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir. Kecepatan angin di sejumlah wilayah perairan dan pesisir Banten diprakirakan dapat mencapai lebih dari 20 knot.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir utara Kabupaten Tangerang meliputi Kecamatan Mekar Baru, Kronjo, Mauk, Sukadiri, Pakuhaji, Teluknaga, dan Kosambi. Selain itu, potensi serupa juga diprakirakan terjadi di pesisir utara Kabupaten Serang yang mencakup Kecamatan Tanara, Tirtayasa, Pontang, Kasemen, Kramatwatu, Bojonegara, dan Pulo Ampel.

BMKG juga mencatat potensi angin kencang di wilayah pesisir Selat Sunda bagian utara, yakni Kecamatan Pulomerak, Grogol, Citangkil, Ciwandan, Anyer, dan Cinangka. Sementara itu, wilayah pesisir Selat Sunda barat Pandeglang yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, Cigeulis, Sumur, dan kawasan Tanjung Lesung.

Adapun di wilayah pesisir selatan Pandeglang, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kecamatan Cimanggu, Cibaliung, dan Cikeusik. Selain itu, wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak yang meliputi Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Bayah, dan Cilograng juga masuk dalam wilayah kewaspadaan.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di area pesisir saat terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. Nelayan serta operator kapal diharapkan memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum melaut dan memastikan seluruh perlengkapan keselamatan berfungsi dengan baik.

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk mengamankan peralatan dan barang-barang di sekitar pantai yang berpotensi terbawa angin, serta mematuhi arahan dan informasi dari otoritas pelabuhan dan BMKG setempat.

Informasi cuaca dan peringatan dini terbaru dapat dipantau secara berkala melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG, serta media sosial Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak.