Tangerang (PORNUS) — Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui Tim Kerja Kesehatan Keluarga melaksanakan evaluasi Program Kesehatan Bayi Baru Lahir sebagai upaya menekan angka kematian bayi (AKB), Senin (23/2), di Aula Dinkes setempat.
Kegiatan tersebut diikuti penanggung jawab program kesehatan anak dan perwakilan bidan desa dari seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang guna menyelaraskan pelaksanaan program di lapangan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, H. Toha, mengatakan masa neonatal atau 28 hari pertama kehidupan merupakan periode paling krusial bagi kelangsungan hidup bayi.
“Periode ini sangat menentukan kualitas kesehatan anak ke depan, sehingga perlu perhatian optimal dari seluruh tenaga kesehatan,” ujarnya.
Dalam evaluasi tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir, peningkatan kualitas kunjungan neonatal (KN1, KN2, KN3), akurasi pelaporan data kesehatan, serta penguatan sistem rujukan bagi bayi dengan komplikasi.
Dinkes Kabupaten Tangerang berharap melalui evaluasi rutin ini, seluruh pengelola program di Puskesmas memiliki pemahaman yang sama terhadap target capaian tahun 2026.
Selain itu, sinergi antara kebijakan di tingkat dinas dan pelaksanaan oleh bidan desa di lapangan dinilai penting dalam menciptakan layanan kesehatan yang optimal bagi bayi baru lahir.
Kegiatan ditutup dengan diskusi serta penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan oleh masing-masing Puskesmas mulai bulan depan.

