TANGERANG , PORNUS – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah serta kondisi cuaca pancaroba di bulan suci Ramadhan menjadi perhatian serius tenaga kesehatan. Kepala Puskesmas Sukamulya, drg. Mutmainah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit yang kerap muncul dalam situasi tersebut.

Menurut drg. Mutmainah, pascabanjir berpotensi memicu meningkatnya kasus penyakit seperti diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga demam berdarah. Kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya bersih serta genangan air menjadi faktor utama berkembangnya penyakit.

“Pasca banjir, masyarakat harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan diri. Pastikan air yang digunakan bersih dan matang, serta hindari kontak langsung dengan air yang tercemar,” ujarnya. Selasa (24/2).

Ia juga menekankan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu atau pancaroba di bulan Ramadhan dapat menurunkan daya tahan tubuh, terutama bagi warga yang menjalankan ibadah puasa.

“Pancaroba ditambah aktivitas puasa membuat tubuh lebih rentan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, memperbanyak konsumsi air putih, serta istirahat yang cukup,” tambahnya.

Puskesmas Sukamulya, lanjutnya, telah menyiapkan langkah antisipasi dengan meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk pemantauan penyakit pascabanjir dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami siap memberikan pelayanan maksimal. Jika ada keluhan kesehatan, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan menghindari genangan, guna mencegah berkembangnya penyakit.