JAKARTA, PORNUS — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Anti Korupsi (Pelatnas Polri), Selasa (24/2/2026), di Auditorium Andi Yusuf, Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya organisasi Polri yang berintegritas serta berorientasi pada pencegahan korupsi.
Pelatnas secara resmi dibuka oleh Inspektur Pengawasan Umum Polri, Wahyu Widada. Hadir pula Ketua KPK Setyo Budiyanto, Asisten SDM Kapolri, Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri, serta jajaran Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 10 personel Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan 30 personel Inspektorat Pengawasan Umum Polri.
Dalam sambutannya, Wahyu Widada menegaskan pentingnya penguatan integritas sebagai fondasi utama institusi.
“Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan bebas dari praktik korupsi di tubuh Polri,” ujarnya.
Sementara itu, Setyo Budiyanto dalam paparannya sebagai keynote speaker menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pencegahan korupsi.
“Penguatan sistem pengawasan harus berbasis data. Dengan data yang akurat, kita dapat mendiagnosis kelemahan dan melakukan langkah perbaikan yang tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara Polri dan KPK menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel.

