TANGERANG, PORNUS – Pemerintah Desa Kayu Bongkok mulai mengimplementasikan program ketahanan pangan desa. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan penyemaian jagung yang dilaksanakan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mandiri pada Minggu (8/2). Program ini dirancang sebagai upaya ganda: memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
Kegiatan penyemaian jagung tersebut dipusatkan di lahan pertanian desa yang telah disiapkan dan dikelola secara terencana. Pemerintah desa menilai bahwa sektor pertanian memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat lokal, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi ekonomi.
Kepala Desa Kayu Bongkok, H. Hamdani, menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan prioritas pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Program penyemaian jagung ini adalah langkah konkret Pemerintah Desa Kayu Bongkok dalam memperkuat ketahanan pangan. Selain untuk memastikan ketersediaan pangan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa melalui pengelolaan pertanian yang profesional dan berkelanjutan,” ujar H. Hamdani.
Ia menambahkan, optimalisasi lahan pertanian dan pengelolaan bersama BUMDes Mandiri dilakukan untuk memastikan program berjalan secara profesional dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Dalam sinergi ini, BUMDes Mandiri memegang peran vital dalam pengelolaan teknis kegiatan. Peran tersebut mencakup penyediaan sarana produksi, pendampingan pertanian bagi petani desa, hingga perencanaan pemanfaatan hasil panen. Sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.
Selain meningkatkan ketersediaan pangan, program penyemaian jagung juga diharapkan dapat mendongkrak produktivitas pertanian serta menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa. Pemerintah Desa Kayu Bongkok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif demi terwujudnya desa yang mandiri dan produktif.
Melalui pelaksanaan program berbasis potensi lokal ini, Pemerintah Desa Kayu Bongkok optimistis dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa.




