TANGERANG , PORNUS– Forum Masyarakat Peduli Pakuhaji (Fompa) mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera memperketat regulasi pembatasan tonase kendaraan berat yang melintas di wilayah mereka. Desakan ini disampaikan dalam audiensi dengan Bupati Tangerang yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Pakuhaji, Selasa (3/2/2026).
Audiensi tersebut menjadi forum penyampaian aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan mendesak, dengan fokus utama pada kerusakan parah Jalan Raya Pakuhaji yang dinilai tidak sebanding dengan beban kendaraan berat yang melintas setiap hari. Aktivitas kendaraan bermuatan berlebih (overload) disebut menjadi faktor utama kerusakan infrastruktur jalan dan menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
Perwakilan Fompa, Fajri Akmalani, dalam kesempatan tersebut meminta pemerintah daerah mengambil langkah tegas melalui penguatan regulasi. Ia secara spesifik mendorong agar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2022 dievaluasi dan disempurnakan untuk mengatur secara jelas pembatasan tonase kendaraan yang melintas di jalan-jalan Pakuhaji.
“Jalan di Pakuhaji tidak dirancang untuk kendaraan dengan muatan berat. Tanpa pengaturan tonase yang jelas dan penegakan aturan yang konsisten, kerusakan jalan akan terus berulang dan merugikan masyarakat,” ujar Fajri.
Fajri menegaskan, upaya perbaikan jalan tidak akan efektif jika tidak dibarengi pengendalian kendaraan bertonase besar. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah juga berdampak pada kelancaran aktivitas ekonomi warga serta meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Percuma saja jalan diperbaiki jika kendaraan yang melintas tetap bertonase besar. Upaya perbaikan harus diiringi dengan penegakan hukum yang tegas terhadap kendaraan yang melebihi batas muatan,” tegasnya.
Selain masalah infrastruktur, audiensi juga menyoroti sejumlah masalah lain yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Pakuhaji, seperti banjir yang kerap terjadi dan belum tertangani secara optimal, persoalan limbah industri, penumpukan sampah, serta keberadaan pedagang di bahu jalan yang mempersempit ruang lalu lintas.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Tangerang menyatakan akan menindaklanjuti masukan masyarakat dengan melakukan kajian lebih lanjut bersama perangkat daerah dan pihak terkait, terutama dalam hal pengawasan kendaraan bertonase besar.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kami. Kami akan mengundang pihak-pihak yang berkaitan agar ada penyesuaian, baik dari sisi kendaraan maupun muatannya, sehingga tidak berlebihan. Hal ini akan kami upayakan dan dibicarakan bersama untuk mencari solusi terbaik,” kata Bupati.






