TANGERANG, PORNUS – Kepala Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, H. Nana Ibnu Holdun, memberikan penjelasan terkait fenomena munculnya air dari sela-sela keramik lantai rumah warga di Kampung Cilongok. Fenomena tersebut menyebabkan tiga unit rumah warga tergenang air meski tidak terjadi banjir dari sungai maupun saluran drainase.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis sore, 29 Januari 2026, di RT 04 RW 04 Kampung Cilongok. Air tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan menggenangi lantai hingga setinggi mata kaki. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena berbeda dari banjir pada umumnya.
H. Nana Ibnu Holdun menjelaskan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan analisis awal, genangan air tersebut diduga kuat berasal dari rembesan air tanah yang naik ke permukaan akibat perbedaan elevasi bangunan rumah dengan lingkungan sekitarnya.
“Setelah kami cek langsung, posisi lantai rumah warga memang lebih rendah dari jalan dan area sekitar. Saat hujan dengan intensitas tinggi, tekanan air tanah meningkat dan akhirnya mencari celah keluar melalui sela-sela keramik lantai,” jelas H. Nana Ibnu Holdun, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran pipa air maupun luapan sungai, melainkan murni faktor lingkungan dan kontur tanah. Air yang terus merembes dari bawah lantai membuat upaya penyedotan menjadi tidak efektif karena sumber air berasal dari tekanan air tanah.
Salah seorang warga terdampak, Desi, mengungkapkan bahwa air terus keluar meskipun sudah dilakukan penyedotan berulang kali.
“Airnya seperti keluar dari lantai. Disedot tidak habis karena terus muncul dari bawah,” ujarnya.
Langkah Teknis Penanganan
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Pemerintah Desa Sukamantri memutuskan melakukan peninggian lantai rumah warga terdampak. Lantai rumah dinaikkan sekitar 20 sentimeter menggunakan urukan makadam dan dilapisi kembali dengan keramik baru.

