TANGERANG, PORNUS – Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Kota Tangerang menggelar Seminar Nasional bertajuk "Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Menjaga Integritas Demokrasi" pada Kamis, 29 Januari 2026. Bertempat di kantor KPU Kota Tangerang, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi masyarakat sipil untuk memastikan praktik demokrasi tidak hanya berjalan prosedural, tetapi juga substansial, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai elemen kunci, termasuk perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Cipayung Plus, Organisasi Kepemudaan (OKP), aktivis, penyelenggara pemilu, serta berbagai kalangan masyarakat sipil yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

Dalam forum tersebut, para narasumber secara kolektif menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan pilar esensial dalam sistem demokrasi modern. Hal ini krusial mengingat kompleksitas politik elektoral saat ini, terutama di tengah maraknya disinformasi digital dan potensi penyalahgunaan kekuasaan.

Ketua Perisai Demokrasi Bangsa Kota Tangerang, Fahrizal SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengawasan tidak boleh lagi dipandang sebagai tugas eksklusif lembaga negara semata, melainkan harus diwujudkan sebagai gerakan kolektif masyarakat.

“Demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa sering pemilu diselenggarakan, tetapi seberapa kuat kontrol rakyat terhadap kekuasaan. Pengawasan partisipatif adalah manifestasi kedaulatan rakyat dalam praktik,” ujar Fahrizal.

Tantangan Pengawasan di Era Digital

Diskusi panel menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi pengawasan di era digital, meliputi praktik politik uang, politisasi birokrasi, penyebaran hoaks atau berita bohong, serta rendahnya literasi politik di kalangan publik.

Seminar ini menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara masyarakat sipil, media, akademisi, dan lembaga pengawas pemilu. Kolaborasi ini dianggap vital untuk menciptakan ekosistem demokrasi yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif dan memperkuat jejaring pengawasan partisipatif di berbagai daerah. Dari hasil diskusi, seminar ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain: