TANGERANG, PORNUS  — Momentum bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan musim pancaroba menjadi perhatian serius sektor kesehatan. Perubahan cuaca yang tidak menentu dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan masyarakat, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi, mengatakan ISPA hingga saat ini masih menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah Kabupaten Tangerang dan perlu diwaspadai selama Ramadhan.

“Penyakit ISPA tetap harus diwaspadai. Saat ini masih menjadi kasus tertinggi, meskipun secara umum tren beberapa pekan terakhir masih dalam kondisi biasa,” ujar dr Hendra saat dikonfirmasi, Kamis (19/2).

Ia menjelaskan, kondisi musim pancaroba dengan perubahan suhu yang cepat dari panas ke hujan maupun sebaliknya dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat. Situasi ini diperparah dengan perubahan pola aktivitas selama Ramadhan, seperti pola makan dan waktu istirahat yang berubah.

Selain ISPA, masyarakat juga diminta mewaspadai gangguan kesehatan lambung seperti sakit maag. Keluhan tersebut kerap muncul akibat pola makan yang tidak teratur atau konsumsi makanan berlebihan saat berbuka puasa.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menghindari makan terlalu kenyang saat berbuka serta membatasi konsumsi makanan pedas dan asam guna menjaga kesehatan lambung selama menjalankan ibadah puasa.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus penyakit selama Ramadhan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah menyiapkan ketersediaan obat-obatan di seluruh puskesmas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal dan mudah diakses masyarakat.

“Kami telah menyiapkan obat-obatan di seluruh puskesmas sebagai langkah antisipasi. Jika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat,” kata dr Hendra.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat selama Ramadhan. Istirahat cukup, konsumsi sayur dan buah, serta olahraga secara teratur dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah perubahan cuaca.