LEBAK, PORNUS— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Komisi V DPR RI meninjau langsung peran strategis data meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) dalam mendukung ketahanan infrastruktur dan keselamatan transportasi di wilayah rawan bencana. Kunjungan kerja spesifik tersebut dilaksanakan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (15/1/2026).
Kunjungan ini dipimpin Deputi Bidang Meteorologi BMKG yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, dan dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, para anggota Komisi V DPR RI, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kabupaten Lebak dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari potensi banjir, cuaca ekstrem, hingga aktivitas kegempaan. Kondisi tersebut menuntut perencanaan pembangunan yang berbasis data dan analisis risiko kebencanaan yang komprehensif.
Dalam paparannya, Guswanto menjelaskan bahwa BMKG menyediakan layanan informasi cuaca, iklim, dan gempabumi secara operasional 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Layanan tersebut meliputi prakiraan cuaca harian hingga mingguan, peringatan dini cuaca ekstrem, prakiraan musim, peringatan dini iklim ekstrem, serta informasi gempabumi dan potensi tsunami.
“Data dan informasi BMKG menjadi dasar penting dalam mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan, termasuk untuk sektor transportasi darat, laut, dan udara,” ujar Guswanto.
Ia menambahkan, di wilayah Banten, khususnya Kabupaten Lebak, BMKG secara aktif mendukung pengurangan risiko bencana melalui penyediaan peringatan dini hujan ekstrem, informasi aktivitas kegempaan, serta data seismik yang dimanfaatkan sebagai acuan perencanaan bangunan dan jembatan tahan gempa. Seluruh informasi tersebut terintegrasi dengan sistem peringatan daerah melalui koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain itu, BMKG juga berperan dalam meningkatkan keselamatan transportasi laut. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan Radar Maritim tipe array di Selat Sunda bagian selatan pada 2025. Radar ini diharapkan mampu memperkuat pemantauan kondisi cuaca laut dan tinggi gelombang, sehingga risiko kecelakaan pelayaran dapat ditekan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengapresiasi peran BMKG dalam mendukung mitigasi bencana dan keselamatan infrastruktur nasional. Menurut dia, pemanfaatan data MKG harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap tahap perencanaan pembangunan, terutama di daerah dengan risiko bencana yang tinggi.
“Sinergi antara BMKG, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat agar pembangunan benar-benar berbasis pada data dan analisis risiko,” kata Ridwan.





