BANDUNG BARAT – Memasuki hari ketiga (H+3) pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Tim SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat masih terus berjibaku di lokasi terdampak. Pada Selasa (27/1/2026), fokus utama operasi tetap diarahkan pada pencarian intensif korban serta percepatan proses evakuasi di tengah kondisi medan yang menantang.

Sejak pagi hari, personel gabungan telah menyisir sejumlah titik rawan yang diduga masih menimbun korban longsor. Meski struktur tanah di lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, Tim SAR tetap bekerja dengan kewaspadaan tinggi, mengedepankan prinsip keselamatan kerja (safety first) demi meminimalkan risiko bagi petugas.

Tidak hanya mengerahkan kekuatan evakuasi, Satbrimob Polda Jabar juga menghadirkan dukungan logistik dengan menerjunkan Tim Dapur Lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumsi dan nutrisi para korban di pengungsian, sekaligus mendukung stamina personel kemanusiaan yang bertugas selama masa tanggap darurat.

Dansat Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kegigihan seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

“Personel Brimob akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai wujud nyata dedikasi dan kepedulian Polri dalam penanganan bencana. Saya mengapresiasi kerja keras seluruh anggota yang tetap profesional dan humanis di tengah medan yang berat,” tegas Kombes Pol. Donyar.

Operasi SAR di wilayah terdampak longsor Pasirlangu direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Personel Batalyon B Pelopor bersama unsur lintas instansi terus memperkuat koordinasi guna mempercepat pemulihan wilayah serta memastikan penanganan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal berjalan optimal.

Polri menegaskan komitmennya untuk tetap berada di lokasi hingga seluruh tugas kemanusiaan tuntas, sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya menghadirkan rasa aman serta kepastian bagi warga Desa Pasirlangu yang tengah dilanda duka.