TANGERANG, PORNUS – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mauk, AKP I Nyoman Nariana, meninjau langsung lokasi banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (25/1/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait banjir yang berdampak pada permukiman warga.


Berdasarkan hasil peninjauan, banjir terparah terjadi di Desa Legok Sukamaju, khususnya di Kampung Kendayakan. Setidaknya empat Rukun Tetangga (RT) terdampak, yakni RT 10/04, RT 11/04, RT 12/04, dan RT 14/04.

Total sebanyak 885 jiwa terdampak banjir, dengan jumlah rumah warga yang terendam mencapai 370 unit. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 10 sentimeter hingga 40 sentimeter. Banjir ini disebabkan oleh luapan Sungai Cipasilian.

Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana memulai pengecekan sekitar pukul 14.00 WIB. Ia didampingi oleh Kepala Desa Legok Sukamaju M. Fathullah, Kapolsubsektor IPDA Budi Setiawan, PS Kanit Intelkam AIPDA M. Syafei, serta personel siaga Polsek Mauk dan perangkat desa setempat.

Rombongan tiba di lokasi pengungsian warga yang berada di kediaman H. Jajuli, Kampung Kendayakan, sekitar pukul 15.00 WIB. Selain di kediaman warga, titik-titik pengungsian lainnya tersebar di Musholla Kampung Kendayakan, Kolam Renang Aji Bajuri, tenda darurat di depan pabrik kerupuk, serta sejumlah rumah warga lainnya yang tidak terdampak banjir.

Koordinasi dan Pemantauan Keamanan

AKP I Nyoman Nariana menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Camat Kemiri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang guna memastikan penanganan dan penanggulangan banjir berjalan optimal.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar penanganan banjir dapat berjalan optimal dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujar AKP I Nyoman Nariana.

Ia menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, debit air di lokasi terdampak dilaporkan mulai mengalami penurunan sekitar 10 sentimeter.