Jakarta, PORNUS– Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Mokhammad Najih, bersama Wakil Ketua Ombudsman RI Bobby Hamzar Rafinus melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan MRT Jakarta CP 201 Monas, Kamis (5/2/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan pembangunan dari aspek konstruksi sekaligus pemenuhan standar pelayanan publik bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Ombudsman RI menaruh perhatian serius pada kesiapan fasilitas publik yang akan digunakan masyarakat saat Stasiun MRT Monas mulai beroperasi. Najih menegaskan, pembangunan infrastruktur transportasi massal tidak hanya soal percepatan fisik, tetapi juga harus menjamin keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas.
“Kami melakukan peninjauan lapangan untuk melihat kesiapan konstruksi dan fasilitas yang disiapkan bagi masyarakat. Mulai dari pintu masuk dan keluar, sistem keamanan, fasilitas kesehatan, toilet, hingga fasilitas bagi penyandang disabilitas serta sarana kebencanaan seperti antisipasi kebakaran dan gempa,” ujar Najih.
Berdasarkan hasil peninjauan, Najih menilai perencanaan dan kesiapan fasilitas pelayanan publik di Stasiun Monas telah dirancang dengan baik. Ia optimistis, saat MRT Jakarta Tahap 2 mulai beroperasi, standar pelayanan yang diterapkan akan memenuhi standar nasional maupun internasional, khususnya untuk transportasi bawah tanah.
“Dari hasil peninjauan, kami mendapatkan gambaran bahwa kesiapan dari aspek konstruksi maupun finalisasi rencana penyiapan seluruh fasilitas pendukung telah direncanakan secara matang,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ombudsman RI Bobby Hamzar Rafinus menyoroti aspek pengembangan sumber daya manusia dalam pembangunan MRT Jakarta Tahap 2. Ia menilai meningkatnya keterlibatan tenaga kerja Indonesia menjadi sinyal positif dalam proses alih teknologi transportasi massal modern.
“Pembangunan MRT tahap kedua ini semakin banyak melibatkan tenaga kerja Indonesia. Ini menggembirakan karena ada alih pengetahuan dan kemampuan. Harapannya, ke depan pembangunan MRT dapat sepenuhnya dilakukan oleh bangsa kita sendiri,” ujarnya.
Menurut Bobby, pembangunan terowongan MRT merupakan lompatan teknologi penting yang akan membawa kemajuan signifikan bagi sistem transportasi nasional, meskipun saat ini masih didukung teknologi dari Jepang.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi MRT Jakarta, Risa Olivia, menyampaikan harapannya agar pembangunan MRT Jakarta CP 201 Monas dapat berjalan lancar hingga tahap operasional.







