Bogor, PORNUS – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan motivasi sekaligus penguatan semangat nasionalisme kepada peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Kehadiran Menhan Sjafrie di lokasi diawali dengan paparan dari Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigjen TNI Ferry Trisnaputra. Paparan tersebut memuat penjelasan menyeluruh mengenai tata letak (layout) kawasan, laporan pelaksanaan pelatihan yang sedang dan akan berlangsung, serta rencana pembangunan sarana dan prasarana latihan dasar militer bagi Komponen Cadangan (Komcad).
Memasuki hari ketiga pelaksanaan Retret PWI, Menhan Sjafrie kemudian memberikan pembekalan kepada para peserta. Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya nilai nasionalisme dan patriotisme sebagai fondasi utama bela negara. Ia mengaku secara khusus meluangkan waktu untuk hadir sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan komitmen para jurnalis yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Bela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945,” tegas Menhan.
Menurut Menhan Sjafrie, negara harus mampu mempertahankan diri dari berbagai bentuk ancaman, baik militer maupun nonmiliter, fisik maupun nonfisik. Tantangan tersebut dinilai semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi dan dinamika global yang sarat ketidakpastian.
Dalam konteks tersebut, Menhan menilai insan pers memiliki peran strategis sebagai penjuru perang opini yang saat ini tengah dihadapi bangsa. Wartawan dituntut selalu update terhadap perkembangan informasi agar mampu membaca potensi ancaman sejak dini serta menyiapkan langkah antisipasi yang tepat.
“Sebagai insan pers sangat diharapkan update terhadap perkembangan yang ada. Kita tidak boleh ketinggalan informasi, kita harus punya suatu antisipasi. Dan antisipasi itu harus menjaga kepentingan nasional kita,” ujar Menhan Sjafrie.
Ia menegaskan, menjaga kepentingan nasional bukan semata tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan kewajiban seluruh elemen bangsa untuk melindungi kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menhan juga menyoroti pentingnya disiplin dalam menopang semangat bela negara, khususnya di era transformasi digital. Menurutnya, tantangan yang dihadapi insan pers tidak hanya soal kemajuan teknologi, tetapi juga penguatan nasionalisme kebangsaan.






