Jakarta Barat, (PORNUS) Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya sejak dini hari mengakibatkan banjir di sejumlah titik kawasan Puri Kembangan, Jumat malam (20/2/2026). Genangan air setinggi 40 hingga 70 sentimeter menyebabkan lalu lintas di jalan utama maupun akses perumahan lumpuh total sejak siang hingga malam hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan air merendam Jalan Puri Kembangan Utama dan meluas ke jalan lingkungan serta akses menuju pintu tol. Kondisi tersebut membuat kendaraan, terutama mobil kecil dan sepeda motor, tidak dapat melintas. Sejumlah kendaraan dilaporkan mogok setelah memaksakan diri menerobos genangan.

Kemacetan panjang pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular di sejumlah ruas jalan, sementara sebagian pengendara memilih memutar balik atau memarkirkan kendaraannya di tepi jalan untuk menghindari risiko kerusakan mesin akibat terendam air.

Raka (27), seorang pengemudi angkutan barang, mengaku terjebak macet selama berjam-jam sejak pukul 18.30 WIB.

“Biasanya tidak separah ini. Saya sudah berjam-jam terjebak dan belum bisa keluar dari kawasan Puri Kembangan. Airnya cukup dalam, banyak kendaraan roda dua yang mogok,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Banjir tidak hanya berdampak pada arus lalu lintas, tetapi juga aktivitas warga sekitar. Beberapa pekerja terlambat pulang ke rumah, sementara sebagian warga memilih menunda aktivitas di luar karena khawatir genangan semakin tinggi.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Barat bersama Dinas Perhubungan telah dikerahkan sejak pagi hari untuk melakukan penanganan di lapangan. Petugas membantu evakuasi kendaraan mogok, mengatur arus lalu lintas ke jalur alternatif, serta mengoperasikan pompa portable guna mempercepat penyedotan air.

Menurut salah satu petugas BPBD di lokasi, debit air yang tinggi menjadi kendala utama dalam proses penanganan.

“Kami sudah menempatkan pompa di beberapa titik rawan, namun debit air yang masuk cukup besar karena saluran air di sekitar kawasan ini juga penuh. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari jalur yang terendam jika tidak mendesak,” ujarnya.