TANGERANG, PORNUS– Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TB) di Panti Sosial Bina Laras 4, Desa Rancalabuh, Kabupaten Tangerang, Selasa, sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penularan penyakit tersebut di lingkungan berisiko tinggi.
Sebanyak 60 warga panti mengikuti kegiatan skrining yang dilakukan oleh tim kesehatan melalui wawancara gejala, pemeriksaan kesehatan, serta pengambilan sampel dahak bagi peserta yang terindikasi.
Kepala Puskesmas Kemiri, dr. Abdul Yayi, M.I.P., mengatakan skrining aktif ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis.
“Lingkungan panti sosial memiliki potensi risiko penularan yang lebih tinggi karena aktivitas bersama dan hunian kolektif. Oleh karena itu, skrining aktif seperti ini sangat penting untuk memutus rantai penularan,” katanya. Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, pemeriksaan difokuskan pada warga yang memiliki gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, dan keringat malam.
Selain pemeriksaan, peserta juga mendapatkan edukasi terkait pencegahan TB, termasuk pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, ventilasi yang baik, serta kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas bagi pasien yang terdiagnosis.
Melalui kegiatan ACF TB ini, Puskesmas Kemiri berharap dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit Tuberkulosis, mempercepat penemuan kasus, serta menciptakan lingkungan panti sosial yang lebih sehat dan bebas dari penularan.

