TANGERANG, PORNUS Puskesmas Sukadiri menyelenggarakan kegiatan On the Job Training (OJT) Neonatal pada Jumat (6/2/2026) sebagai upaya strategis menekan angka kematian bayi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir. Pelatihan yang berlangsung di ruang pertemuan Puskesmas Sukadiri ini menyasar penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan pada masa neonatal atau bayi usia 0–28 hari.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran tenaga kesehatan, mulai dari bidan hingga perawat manajemen pasien anak. Fokus utama pelatihan adalah membekali para peserta dengan keterampilan teknis dan kesiapan mental dalam menghadapi situasi kritis pada bayi baru lahir.

Kepala Puskesmas Sukadiri dr. Dicky Soegiarto menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen nyata untuk meningkatkan standar layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah Sukadiri. Menurutnya, setiap tenaga medis harus memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.

“Kegiatan OJT ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah nyata kami untuk memastikan setiap bayi yang lahir di wilayah Sukadiri mendapatkan penanganan medis sesuai standar emas kesehatan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, tetapi juga diwajibkan mengikuti simulasi kasus secara langsung. Terdapat empat materi krusial yang menjadi fokus utama dalam pelatihan ini:
1. Resusitasi Neonatus: Teknik bantuan pernapasan bagi bayi yang tidak langsung menangis saat lahir.
2. Stabilisasi Suhu: Penanganan hipotermia untuk memastikan suhu tubuh bayi tetap stabil.
3. Manajemen Nutrisi: Edukasi mengenai pemberian ASI eksklusif serta pemantauan berat badan bayi.
4. Deteksi Dini Komplikasi: Pengenalan cepat tanda-tanda infeksi atau gangguan kesehatan pada bayi baru lahir.

Pelatihan yang berlangsung sepanjang hari tersebut ditutup dengan sesi simulasi komprehensif. Pada sesi ini, kemampuan peserta diuji dalam melakukan tindakan medis yang cepat, tepat, dan terukur saat menghadapi kondisi darurat.

Melalui peningkatan kapasitas ini, seluruh tenaga medis diharapkan memiliki keterampilan klinis yang lebih tajam. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk menurunkan angka kematian neonatal, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Dengan kompetensi tenaga kesehatan yang meningkat, masyarakat diharapkan semakin merasa aman dan percaya dalam mengakses layanan persalinan serta perawatan bayi di fasilitas kesehatan setempat.