TANGERANG, PORNUS — Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cisoka. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan lapangan Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si ke Kampung Nyompok, Desa Carenang, Jumat (23/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tangerang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi, MARS, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga terdampak banjir sekaligus memastikan penanganan pascabencana, khususnya di sektor kesehatan, berjalan secara terpadu.
Bupati Tangerang menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi bencana, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar warga, termasuk layanan kesehatan, tetap terpenuhi.
“Kondisi pascabanjir membutuhkan perhatian serius, terutama terkait kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir dan memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan Tim UPTD Puskesmas Cisoka untuk melakukan pemantauan langsung ke wilayah terdampak banjir, yakni Kampung Nyompok, Desa Carenang, serta Perumahan Pesona, Desa Jeungjing.
“Pemantauan ini dilakukan sebagai respons cepat untuk mengetahui kondisi kesehatan warga serta dampak banjir terhadap lingkungan permukiman,” kata dr. Hendra.
Menurutnya, banjir berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, deteksi dini dan pelayanan kesehatan langsung di lokasi menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, menjelaskan bahwa pihaknya akan membuka posko kesehatan di kawasan rumah warga terdampak banjir. Posko ini disiapkan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
“Posko kesehatan ini menjadi upaya kami untuk memastikan warga terdampak tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, sekaligus memantau kondisi kesehatan mereka secara berkelanjutan,” ujar Reta.

