Portalnusantara.id Lebak - Seorang jurnalis diduga menjadi korban intimidasi, ancaman, hingga kekerasan fisik saat menjalankan tugas jurnalistik di lokasi Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Kampung Ciseel, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (30/1/2026).
Peristiwa tersebut dialami D.E, Pemimpin Redaksi Media Jawata Nuswantara News, saat melakukan klarifikasi dan konfirmasi atas pemberitaan sebelumnya terkait proyek Sekolah Rakyat yang telah dipublikasikan media daring.
Dalam keterangannya, D.E menyebutkan bahwa tindakan kekerasan mental dan fisik tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah orang yang merupakan suruhan T, selaku Project Manager PT HK yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Beberapa orang yang diduga terlibat di antaranya berinisial R, A, J, dan A, yang mengaku sebagai “Jawara Ciseel”.
Berdasarkan pengakuan A, dirinya dihubungi langsung oleh T untuk mendampinginya dengan mengajak beberapa orang saat menemui D.E. di lokasi proyek.
“Saya merasa terancam dan sangat tidak nyaman atas perlakuan orang-orang yang diduga suruhan saudara T,” ungkap D.E
D.E menegaskan akan menempuh jalur hukum serta meminta perlindungan kepada pihak kepolisian setempat.
“Peristiwa ini akan saya laporkan ke kepolisian. Saya juga telah meminta perlindungan ke Polsek Panggarangan karena merasa keselamatan saya terancam, khususnya akibat ancaman dari salah satu terduga pelaku,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu terduga pelaku membawa alat pertanian berupa cangkul dan melontarkan ancaman serius.






