TANGERANG, PORNUS – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa Tangerang dan BEM FAI UMT menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (12/2/2026). Massa menuntut audit menyeluruh dan penghentian sementara proyek pembangunan perumahan Griya Artha Buaran Jati di Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri.
Dalam orasinya, koordinator lapangan menilai proyek perumahan tersebut belum memberikan asas kebermanfaatan bagi masyarakat setempat. Mahasiswa justru menyoroti dampak ekologis dan ekonomi yang mulai merugikan warga sekitar akibat alih fungsi lahan.
“Pembangunan Griya Artha Buaran Jati berdiri di atas lahan sekitar 10 hektare yang sebelumnya merupakan area persawahan. Dahulu lahan ini berfungsi sebagai daerah resapan air, namun setelah diurug justru memicu banjir di beberapa titik, seperti di Kampung Kebon Kelapa dan lingkungan SDN Buaran Jati 2. Jika hujan turun, aktivitas belajar mengajar bahkan bisa terhenti,” ujar Fajar dalam orasinya.
Selain persoalan banjir, mahasiswa menekankan bahwa alih fungsi lahan produktif ini mengancam keberlangsungan ekonomi warga yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Atas dasar tersebut, Forum Aksi Mahasiswa Tangerang menyampaikan dua tuntutan utama kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang:
1. Mendorong dan mendesak DPRD Kabupaten Tangerang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek pembangunan Griya Artha Buaran Jati.
2. Menghentikan aktivitas pembangunan hingga adanya kejelasan hasil audit serta kajian dampak lingkungan yang komprehensif.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini berjalan tertib dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Namun, massa aksi tidak dapat bertemu langsung dengan pimpinan maupun anggota DPRD Kabupaten Tangerang karena sedang dalam masa reses.
Mahasiswa kemudian diterima oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Tangerang, Neneng Almahira, SE. Ia menyatakan akan menampung aspirasi tersebut untuk diteruskan kepada pimpinan dewan.
“Saya menyambut baik adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara damai. Seluruh tuntutan ini akan segera saya sampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang,” kata Neneng di hadapan massa.
Aksi berakhir kondusif pada siang hari. Kendati demikian, para mahasiswa menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pihak legislatif maupun instansi terkait guna menyelesaikan dampak lingkungan yang dikeluhkan warga Desa Buaran Jati.


