TANGERANG, PORNUS– Tim kesehatan Puskesmas Pakuhaji melaksanakan penyelidikan epidemiologi terkait kasus leptospirosis di wilayah Pakualam pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri sumber penularan penyakit sekaligus memutus mata rantai penyebarannya di tengah masyarakat.
Penyelidikan epidemiologi dilakukan melalui pengumpulan data lapangan, penelusuran riwayat aktivitas penderita, serta identifikasi faktor risiko lingkungan yang berpotensi menjadi sumber penularan. Tim kesehatan juga melakukan observasi langsung terhadap kondisi sanitasi dan lingkungan sekitar permukiman warga.
Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan melalui air, tanah, atau lingkungan yang terkontaminasi urine tikus. Penyakit ini berisiko meningkat pada musim hujan, kondisi pascabanjir, serta lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.
Selain kegiatan penelusuran kasus, tim kesehatan Puskesmas Pakuhaji juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan leptospirosis. Warga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya perlindungan diri dan lingkungan.
Beberapa langkah pencegahan yang disosialisasikan kepada masyarakat antara lain:
Menggunakan alas kaki saat beraktivitas, terutama di area lembap atau tergenang air
Menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi perkembangbiakan tikus
Menghindari kontak langsung dengan air kotor atau genangan
Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai nyeri otot, sakit kepala, atau tubuh terasa lemas

