Portalnusantara.id Jakarta — Dugaan perilaku tidak wajar yang melibatkan seorang oknum guru di SMA Negeri 1 Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan, memicu kecemasan di kalangan orang tua siswa. Keluarga salah seorang siswi mendesak pihak sekolah agar segera mengambil tindakan tegas demi menjaga rasa aman peserta didik serta marwah dunia pendidikan, Jum'at (30/1/2026).
Pihak keluarga menyatakan menemukan adanya komunikasi pribadi bernuansa hubungan asmara antara oknum guru berinisial MH dan anak mereka yang masih berstatus sebagai peserta didik aktif. Bukti awal yang dikantongi keluarga berupa percakapan pesan singkat serta rekaman suara.
Atas temuan tersebut, keluarga mengaku telah menyampaikan laporan resmi secara tertulis kepada pihak sekolah pada 18 Desember 2025. Selain itu, perwakilan keluarga juga mendatangi pihak sekolah secara langsung pada 19 Januari 2026 untuk meminta klarifikasi sekaligus menuntut adanya tindakan tegas.
Namun hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga menyatakan belum menerima sikap maupun keputusan resmi secara tertulis dari pihak sekolah terkait penanganan laporan tersebut.
“Kami tidak datang untuk menghakimi. Kami datang untuk meminta sekolah bertindak tegas dan profesional demi melindungi anak kami dan siswa lainnya,” ujar salah satu perwakilan keluarga kepada wartawan.
Ia menegaskan, langkah yang ditempuh keluarga juga merupakan bentuk dukungan terhadap pihak sekolah agar berani mengambil sikap tegas dan objektif, sekaligus sebagai upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Menurutnya, ketegasan sekolah akan menjadi pesan penting bahwa lingkungan pendidikan harus dijaga sebagai ruang yang aman, bermartabat, dan berorientasi pada perlindungan peserta didik.
Keluarga juga mengungkapkan bahwa MH diketahui telah berkeluarga dan memiliki anak. Kondisi tersebut dinilai semakin mencederai nilai kepatutan serta etika seorang pendidik.
Menurut keluarga, isu ini telah menyebar di tengah masyarakat dan menimbulkan dampak serius. Selain mencoreng nama baik keluarga serta memicu tekanan sosial dan beban psikologis, isu tersebut juga menimbulkan kecemasan luas di kalangan orang tua siswa, khususnya mereka yang memiliki anak perempuan.
Lebih jauh, pihak keluarga secara tegas mendesak agar MH tidak lagi mengajar di SMA Negeri 1 Tanah Masa. Mereka menilai, dugaan perilaku tersebut membuat yang bersangkutan tidak pantas dijadikan panutan, terlebih dalam posisinya sebagai pendidik.




